
Ethereum Siapkan Langkah Awal Lindungi Staking dari Ancaman Komputer Kuantum
“Pengembang Ethereum mengajukan draft proposal untuk mengubah kontrak deposit validator agar dapat mendukung sistem kriptografi baru yang lebih siap menghadapi ancaman komputer kuantum. Proposal ini masih berada pada tahap awal dan belum menjadi perubahan protokol yang disetujui.”
Pengembang Ethereum mengajukan sebuah draft proposal untuk mempersiapkan sistem staking menghadapi ancaman komputer kuantum. Proposal tersebut berfokus pada perubahan kontrak deposit validator, yaitu sistem yang digunakan pengguna untuk memasukkan ETH ke dalam staking dan menjadi validator jaringan.
Proposal ini belum menjadi upgrade Ethereum yang disetujui. Draft tersebut masih menunggu proses review dan membutuhkan perubahan protokol tambahan sebelum dapat diterapkan di jaringan.
Menurut laporan CoinDesk, perubahan ini dirancang untuk membuka jalan bagi penggunaan sistem kriptografi yang lebih tahan terhadap komputer kuantum di masa depan.
Mengapa Staking Ethereum Perlu Dipersiapkan?
Validator Ethereum saat ini menggunakan tanda tangan BLS untuk mengamankan proses validasi jaringan.
BLS memiliki keuntungan karena banyak tanda tangan dapat digabungkan menjadi satu, sehingga membantu menjaga kebutuhan komputasi konsensus Ethereum tetap efisien.
Namun, sistem tersebut menggunakan matematika kurva eliptik yang secara teori dapat menjadi sasaran komputer kuantum yang menjalankan algoritma Shor.
Jika komputer kuantum yang cukup kuat tersedia di masa depan, teknologi tersebut secara teori dapat digunakan untuk memalsukan tanda tangan validator.
Karena itu, pengembang Ethereum mulai mempersiapkan infrastruktur yang dapat menerima sistem kriptografi baru tanpa harus mempertahankan keterbatasan format BLS saat ini.
Kontrak Deposit Akan Dibuat Lebih Fleksibel
Kontrak deposit Ethereum saat ini hanya menerima kunci BLS dengan ukuran yang sudah ditentukan dalam sistem.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan jika Ethereum nantinya ingin menggunakan algoritma kriptografi tahan kuantum yang membutuhkan ukuran kunci berbeda.
Draft proposal baru akan memungkinkan kontrak menerima kunci dengan ukuran yang lebih fleksibel hingga 8.192 byte. Setiap deposit juga akan memiliki penanda yang menunjukkan sistem kriptografi yang digunakan.
Dalam rancangan tersebut, BLS mendapatkan tag 0, sementara tag lainnya dapat digunakan untuk sistem kriptografi yang ditentukan melalui proposal berikutnya.
Dengan struktur tersebut, Ethereum dapat mempersiapkan kontrak deposit terlebih dahulu tanpa harus menentukan algoritma tahan kuantum final pada proposal saat ini.
BLS Bisa Dihentikan untuk Validator Baru
Proposal tersebut juga memperkenalkan mekanisme untuk menghentikan penerimaan deposit BLS baru.
Jika mekanisme tersebut diaktifkan di masa depan, validator baru tidak lagi dapat melakukan deposit menggunakan BLS. Namun, validator yang sudah melakukan staking dengan BLS tidak akan langsung hilang.
Perubahan tersebut memungkinkan Ethereum melakukan transisi secara bertahap dari sistem kriptografi lama menuju sistem baru.
Ethereum nantinya masih membutuhkan perubahan tambahan untuk menentukan bagaimana validator memverifikasi tanda tangan dari sistem kriptografi baru.
Sekitar 42,4 Juta ETH Saat Ini Di-staking
Proposal ini memiliki dampak penting karena sebagian besar staking Ethereum saat ini masih menggunakan format validator BLS.
Sekitar 42,4 juta ETH tercatat berada dalam staking, dengan nilai sekitar $104 miliar berdasarkan harga yang digunakan dalam laporan CoinDesk.
Seluruh ETH tersebut saat ini diamankan menggunakan kunci validator dengan format yang nantinya ingin dapat digantikan oleh sistem baru.
Karena itu, transisi menuju kriptografi tahan kuantum perlu dilakukan secara bertahap agar validator yang sudah aktif tetap dapat beroperasi selama proses migrasi.
Belum Ada Algoritma Quantum-Resistant yang Dipilih
Hal penting dari proposal ini adalah Ethereum belum menentukan algoritma kriptografi tahan kuantum yang akan digunakan.
Draft tersebut hanya menyiapkan ruang agar sistem baru dapat diterapkan di kemudian hari.
Proposal terpisah masih diperlukan untuk menentukan jenis tanda tangan yang akan digunakan serta bagaimana jaringan akan memverifikasi sistem kriptografi tersebut.
Dengan demikian, proposal saat ini lebih tepat dipandang sebagai persiapan infrastruktur, bukan implementasi final teknologi quantum-resistant.
Ethereum Menargetkan Transisi Jangka Panjang
Ancaman komputer kuantum terhadap blockchain masih bersifat prospektif. Komputer kuantum yang mampu memecahkan kriptografi Ethereum saat ini belum tersedia.
Namun, penelitian sebelumnya telah mendorong Ethereum Foundation untuk mulai mempersiapkan transisi lebih awal.
CoinDesk melaporkan bahwa Ethereum Foundation menargetkan sekitar 2029 untuk perubahan inti protokol yang berkaitan dengan perlindungan terhadap ancaman kuantum.
Proposal validator deposit ini menjadi salah satu bagian dari persiapan tersebut.
Ethereum juga memiliki proposal lain, EIP-8141 atau Frame Transactions, yang sedang dipertimbangkan untuk upgrade Hegotá. Proposal tersebut berfokus pada fleksibilitas kriptografi untuk akun Ethereum biasa, sehingga pengguna dapat mengubah mekanisme persetujuan transaksi tanpa harus berpindah ke alamat baru.
Untuk saat ini, draft perubahan kontrak deposit masih berada pada tahap awal. Jika disetujui dan dikembangkan lebih lanjut, perubahan tersebut dapat menjadi salah satu fondasi bagi migrasi staking Ethereum menuju sistem kriptografi yang lebih siap menghadapi era komputer kuantum.
Admin Circle Media
Web3 Researcher at Circle Media
Seluruh artikel, data, dan informasi yang dipublikasikan di Circle Media disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan referensi informasi Web3. Konten ini bukan merupakan saran keuangan (financial advice), ajakan, rekomendasi trading, maupun penawaran untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun. Pasar aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan risiko kerugian finansial. Harap selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi. Pastikan Anda hanya menggunakan platform atau exchange yang legal dan terdaftar resmi.


