Circle Media

Circle Media

Connecting Web3

Kembali ke Berita
India Mulai Tokenisasi Obligasi Korporasi lewat Blockchain dan CBDC
TechnologyRWA

India Mulai Tokenisasi Obligasi Korporasi lewat Blockchain dan CBDC

A
Admin Circle Media
•18 hari yang lalu(12/09/2026)
Ringkasan Artikel

“India meluncurkan pilot Demat 2.0 untuk menerbitkan, menyimpan, dan menyelesaikan obligasi korporasi dalam bentuk token digital menggunakan distributed ledger technology dan rupee digital grosir RBI. Tiga penerbit telah menerbitkan total ₹1.025 crore dalam obligasi tokenisasi.”

India meluncurkan pilot Demat 2.0 untuk menerbitkan, menyimpan, dan menyelesaikan obligasi korporasi dalam bentuk token digital menggunakan distributed ledger technology dan rupee digital grosir RBI. Tiga penerbit telah menerbitkan total ₹1.025 crore dalam obligasi tokenisasi.

Excerpt (English)

India has launched the Demat 2.0 pilot to issue, hold, and settle corporate bonds as digital tokens using distributed ledger technology and the RBI's wholesale digital rupee. Three issuers have raised a combined ₹1,025 crore through tokenized corporate bonds.

Konten (Indonesia)

India mulai membawa tokenisasi ke pasar obligasi korporasi yang teregulasi melalui pilot Demat 2.0. Proyek ini menggunakan distributed ledger technology (DLT) untuk menerbitkan, menyimpan, dan menyelesaikan obligasi korporasi dalam bentuk token digital.

Securities and Exchange Board of India (SEBI) secara resmi mengumumkan peluncuran pilot Demat 2.0 pada 10 September 2026. Sistem tersebut terhubung dengan wholesale central bank digital currency (CBDC) milik Reserve Bank of India (RBI) untuk proses settlement. :contentReference[oaicite:1]{index=1}

Tiga Penerbit Sudah Menggunakan Sistem

Sebelum pengumuman peluncuran pilot tersebut, tiga perusahaan telah menyelesaikan penerbitan obligasi korporasi melalui sistem Demat 2.0.

REC Ltd. menjadi penerbit pertama pada 7 September, dengan menerbitkan obligasi senilai ₹500 crore kepada 18 investor.

Kemudian Larsen & Toubro (L&T) menerbitkan ₹500 crore kepada empat investor pada 9 September, sementara IIFL Finance menerbitkan ₹25 crore kepada satu investor pada hari yang sama.

Total penerbitan mencapai ₹1.025 crore atau sekitar US$107,2 juta. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

Blockchain Terhubung dengan Digital Rupee RBI

Demat 2.0 menggunakan DLT untuk mencatat obligasi korporasi sebagai token digital pada ledger yang dikelola oleh depository.

Sistem tersebut terhubung dengan wholesale CBDC RBI melalui Unified Market Interface. Dengan mekanisme ini, aset dan dana dapat diselesaikan secara bersamaan melalui mekanisme atomic settlement.

Model tersebut dirancang untuk mengurangi risiko settlement yang muncul ketika transfer sekuritas dan pembayaran dana dilakukan melalui sistem terpisah. :contentReference[oaicite:3]{index=3}

Obligasi Tetap Sama Secara Hukum

Tokenisasi tersebut tidak menciptakan kelas obligasi baru.

Menurut SEBI, obligasi tokenisasi tetap memiliki ISIN, kewajiban penerbit, kupon, jatuh tempo, covenant, rating, dan hak investor yang sama seperti obligasi dematerialisasi konvensional.

Perbedaannya berada pada infrastruktur pencatatan dan settlement yang menggunakan distributed ledger. :contentReference[oaicite:4]{index=4}

Perdagangan Sekunder dan Investor Ritel Menyusul

Fase pertama Demat 2.0 berfokus pada penerbitan obligasi korporasi oleh investor institusional.

SEBI merencanakan fase berikutnya untuk memperluas sistem ke perdagangan pasar sekunder, sebelum nantinya membuka kemungkinan akses yang lebih luas bagi investor ritel.

Tokenisasi juga dapat membuka peluang otomatisasi sejumlah proses seperti pembayaran bunga dan pelunasan melalui infrastruktur berbasis smart contract. :contentReference[oaicite:5]{index=5}

India Dorong Tokenisasi ke Infrastruktur Keuangan Tradisional

Langkah India menunjukkan bahwa teknologi blockchain mulai digunakan langsung di dalam infrastruktur pasar keuangan yang diawasi regulator.

Alih-alih membuat pasar obligasi baru di luar sistem keuangan tradisional, Demat 2.0 menempatkan SEBI, RBI, depository, CBDC, dan institusi keuangan dalam satu infrastruktur untuk menguji penggunaan tokenisasi.

Pilot ini menjadi salah satu langkah India dalam mengeksplorasi bagaimana DLT dapat membuat penerbitan dan settlement obligasi menjadi lebih cepat, terintegrasi, dan efisien.

Sumber:

SEBI

The Block

CoinDesk

A
Ditulis oleh

Admin Circle Media

Web3 Researcher at Circle Media

Lihat Profil Penulis
Live Market
Memuat live harga BTC, ETH, BNB, SOL...
Peringatan & Disclaimer

Seluruh artikel, data, dan informasi yang dipublikasikan di Circle Media disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan referensi informasi Web3. Konten ini bukan merupakan saran keuangan (financial advice), ajakan, rekomendasi trading, maupun penawaran untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun. Pasar aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan risiko kerugian finansial. Harap selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi. Pastikan Anda hanya menggunakan platform atau exchange yang legal dan terdaftar resmi.