
SBI Holdings Ambil 20% Saham Ajaib, Investasi Dilaporkan Capai US$270 Juta
“SBI Holdings mengambil sekitar 20% saham Ajaib Group dalam kesepakatan yang nilai investasinya dilaporkan mencapai US$270 juta. Investasi tersebut menjadi bagian dari strategi SBI untuk memperluas infrastruktur aset digital dan penggunaan stablecoin di Asia Tenggara.”
SBI Holdings, perusahaan jasa keuangan asal Jepang, mengambil sekitar 20% saham Ajaib Group. Nilai investasi tersebut dilaporkan mencapai US$270 juta.
Kesepakatan ini diumumkan pada 28 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari strategi SBI untuk memperluas infrastruktur aset digital di Asia, terutama Asia Tenggara.
Menurut SBI Holdings, investasi tersebut dilakukan untuk memperkuat kerja sama dengan Ajaib serta membangun jaringan ekonomi digital di kawasan Asia-Pasifik.
SBI Masuk ke Ajaib Indonesia
Ajaib merupakan platform investasi asal Indonesia yang didirikan pada 2019.
Platform tersebut menyediakan berbagai produk investasi, termasuk saham Indonesia, saham internasional, obligasi, reksa dana, ETF, aset crypto, stablecoin, komoditas, dan valuta asing.
Melalui transaksi tersebut, SBI memperoleh sekitar 20% kepemilikan Ajaib. SBI juga menyebut Ajaib sebagai salah satu platform investasi online terkemuka di Indonesia.
Setelah transaksi tersebut, Ajaib menjadi equity-method affiliate SBI.
Fokus pada Infrastruktur Aset Digital
Investasi tersebut menjadi bagian dari strategi SBI untuk membangun infrastruktur aset digital di Asia Tenggara.
SBI melihat posisi Ajaib di Indonesia sebagai peluang untuk memperluas ekosistem layanan keuangan digital dan aset digital di kawasan.
Ajaib sendiri telah memperluas layanannya ke sektor crypto dan stablecoin, sehingga memiliki keterkaitan dengan strategi aset digital SBI.
Stablecoin Yen Jadi Salah Satu Fokus
Salah satu aset digital yang dikembangkan SBI adalah JPYSC, stablecoin yang dipatok terhadap nilai yen Jepang.
SBI ingin memperluas distribusi dan penggunaan JPYSC di Asia Tenggara melalui jaringan bisnis aset digitalnya.
Kerja sama dengan Ajaib dapat memberikan SBI akses yang lebih besar ke pasar Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan penggunaan stablecoin dalam transaksi lintas negara.
Namun, kesepakatan tersebut tidak berarti JPYSC sudah tersedia secara luas di Ajaib. Pengembangan dan distribusinya masih menjadi bagian dari strategi yang akan dijalankan lebih lanjut.
Ajaib Punya Layanan Settlement Stablecoin
Selain layanan investasi, Ajaib juga telah mengembangkan layanan terkait aset digital.
Salah satunya adalah OTC stablecoin settlement yang ditujukan untuk kebutuhan klien korporasi dan institusi di Indonesia.
Layanan tersebut menjadi salah satu bagian dari infrastruktur aset digital Ajaib yang relevan dengan strategi SBI di kawasan Asia Tenggara.
SBI Perluas Ekosistem Digital di Asia
Investasi di Ajaib merupakan bagian dari strategi SBI yang lebih luas untuk membangun jaringan ekonomi digital di Asia-Pasifik.
SBI telah mengembangkan berbagai bisnis terkait aset digital, termasuk layanan crypto, stablecoin, dan infrastruktur blockchain.
Melalui SBI APAC Digital Economic Zone, SBI berupaya menghubungkan berbagai layanan keuangan digital dan aset digital di pasar Asia.
Indonesia menjadi salah satu pasar penting dalam strategi tersebut karena ukuran ekonomi dan perkembangan ekosistem aset digitalnya.
Investasi Dilaporkan Capai US$270 Juta
Nilai investasi SBI di Ajaib dilaporkan mencapai US$270 juta, atau sekitar Rp4,8 triliun.
SBI Holdings secara resmi mengonfirmasi kepemilikan sekitar 20% saham Ajaib, tetapi nominal investasi tersebut tidak dicantumkan dalam pengumuman resmi SBI.
Angka US$270 juta dilaporkan oleh sejumlah media berdasarkan informasi dari pihak terkait.
Dengan transaksi tersebut, SBI menjadi salah satu pemegang saham strategis Ajaib dan memperoleh posisi penting dalam platform investasi digital Indonesia tersebut.
Institusi Keuangan Masuk Lebih Dalam ke Aset Digital
Kesepakatan SBI dan Ajaib menunjukkan semakin besarnya perhatian institusi keuangan tradisional terhadap aset digital dan infrastruktur blockchain.
Perusahaan keuangan tidak hanya berinvestasi langsung pada aset crypto, tetapi juga mulai membangun eksposur melalui platform investasi, layanan settlement, stablecoin, dan infrastruktur digital.
Bagi Ajaib, investasi SBI dapat memberikan akses terhadap jaringan bisnis dan teknologi SBI di Asia.
Sementara bagi SBI, kepemilikan di Ajaib memberikan pijakan yang lebih kuat untuk mengembangkan bisnis aset digital di Indonesia dan Asia Tenggara.
Admin Circle Media
Web3 Researcher at Circle Media
Seluruh artikel, data, dan informasi yang dipublikasikan di Circle Media disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan referensi informasi Web3. Konten ini bukan merupakan saran keuangan (financial advice), ajakan, rekomendasi trading, maupun penawaran untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun. Pasar aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan risiko kerugian finansial. Harap selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi. Pastikan Anda hanya menggunakan platform atau exchange yang legal dan terdaftar resmi.


